Budayakan Hidup Sehat Sejak Dini, SD Binaan Kabupaten Nabire Melaksanakan Jumat Sehat dengan Senam Maumere

(Foto: Murid-murid sedang melaksanakan senam dengan bimbingan guru olahraga)

SD binaan Kabupaten Nabire pada jumat lalu, merespon budaya hidup sehat dengan melaksanakan senam Maumere. Senam tersebut, adalah modifikasi dari tari Maumere yang berasal dari daerah Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Pembudayaan hidup sehat ini adalah upaya untuk mewujudkan peserta didik yang sehat fisik, seperti yang diprioritaskan dari program kampanye Sekolah Sehat (KSS), yang diselenggarakan oleh Yayasan Surya Semesta Pena (SSP) sebagai organisasi mitra Direktorat Sekolah Dasar Kemdikbudristek.


Maya Veri Oktavia, S.Pd., M.Pd., selaku ketua Yayasan SSP memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh tiap-tiap SD binaan. Terutama menurutnya. kolaborasi budaya Indonesia dan gerak senam yang ada pada senam Maumere memiliki muatan penting bagi peserta didik.
“Senam Maumare ini kan bukan hanya bagus untuk tubuh, tapi juga mengenalkan budaya Indonesia kepada anak,” ucapnya.

“Selain SD Negeri 03, saya juga apresiasi terhadap SD Kristen Filadelfia misalnya, yang terus berupaya membudayakan hidup sehat peserta didik dengan senam,” tukasnya kepada Tim Media Surya Semesta Pena pada Jumat (8/9/2023).

(Foto: Jalan bersama SD Binaan di Kab. Nabire, Papua Tengah)


Selain senam, SD binaan membudayakan hidup sehat dengan banyak cara. Dan yang cukup menggembirakan adalah apa yang dilakukan SD YPPK Santo Petrus. SD Binaan tersebut melaksanakan sarapan bersama peserta didik dengan memperhatikan asupan gizi seimbang.


“Saya merasa gembira. SD ini merespon KSS bukan hanya dari sehat fisik, tetapi juga sehat gizi dengan mengajak peserta didik memperhatikan gizi seimbang,” begitu tanggapan Husni Amrianto Putra, M.Si., selaku pembina Yayasan SSP kepada kami.


Horsman Augustien Catharina, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD YPPK Santo Petrus di sela persiapan untuk mengikuti Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional, mengaku antusias untuk menerapkan budaya hidup sehat kepada peserta didik. Karena menurutnya, peserta didik SD YPPK Santo Petrus harus mendapatkan asupan gizi seimbang untuk menunjang proses pembelajaran.


“Kami juga berharap adanya bantuan (dari pihak Direktorat SD Kemdikbud dan SSP) kedepan. Karena memang, anak-anak Papua sebagian besar belum mampu untuk makan dengan gizi seimbang,” tegas Horsman Agustine, kepada Tim Media SSP Sabtu (9/9/2023).


Kenyataan ini tentu menjadi catatan penting bagi Yayasan Surya Semesta Pena sebagai organisasi mitra Direktorat Sekolah Dasar Kemdikbudristek kedepan. Harapannya, semoga anak didik di Papua, akan lebih diperhatikan terutama mengenai gizi seimbang dalam menunjang kampanye Sekolah Sehat yang telah digagas Menteri Kemdikbudristek, Nadiem Anwar Makarim.
(red/M. Rifdal Ais Annafis)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *