Kampanye Sekolah Sehat, Bentuk Tanggungjawab Pemerintah terhadap Perbaikan Pendidikan Indonesia

(salah satu potret kegiatan kampanye Sekolah Sehat yang diselenggarakan Direktoral Sekolah Dasar Kemdikbudristek bekerjasama dengan Yayasan Surya Semesta Pena di Nabire, Papua Tengah)

Kesungguhan pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia dinilai makin tampak beberapa tahun terakhir. Pasalnya, tepat Agustus 2022 lalu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kampanye Sekolah Sehat dengan misi yang cukup menggembirakan.


Apa yang dilakukan pemerintah ini turut menyasar tumbuh kembang anak dalam mewujudkan cita-cita yang sehat, kuat, juga berkarakter. Upaya semacam ini pada dasarnya tidak akan mampu tercapai jika pemerintah hanya bekerja sendiri. Atas sebab alasan tersebut, pemerintah baik itu pusat ataupun daerah menggaet mitra, satuan pendidikan terkait, serta seluruh pemerhati pendidikan yang menaruh simpati terhadap pembentukan karakter anak di berbagai tempat.


Ikhtiar mulia ini tentu disambut dengan antusias dari berbagai kalangan. Karena memang, demi terwujudnya karakter sebuah bangsa tentu harus terlebih dahulu memperbaiki kualitas dan standar pendidikan di semua satuan pendidikan sehingga tercipta kemerataan. Demi mencapai hal tersebut, Nadiem Makarim menilai, tercukupkannya gizi dan kesehatan anak akan mampu menggiring mereka untuk belajar lebih optimal lagi.

Baca juga: http://suryasemestapena.org/2023/09/06/kemdikbudristek-bekerjasama-dengan-yayasan-surya-semesta-pena-gelar-sosialisasi-kampanye-sekolah-sehat-di-nabire/


Seperti yang dikutip dari (detikedu, 24/08/2022) Mentri yang akrab disapa Pak Nadiem itu menerangkan, “Mari bergotong royong untuk merevitalisasi UKS melalui kampanye Sekolah Sehat dalam mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter.”

Dari ungkapan tersebut, kita bisa menangkap maksud bahwa titik fokus pertama adalah dengan menggiatkan kembali setiap UKS sebagai basis meningkatkan kualitas kesehatan.
Setidaknya, Nadiem Makarim menekankan tiga prioritas yang perlu diupayakan untuk tercapai dalam program kampanye Sekolah Sehat yang sedang digagas tersebut.
Tiga Prioritas Kampanye Sekolah Sehat

  1. Sehat Bergizi
    Sehat bergizi dinilai akan memberikan dampak cukup signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sehat bergizi sendiri adalah upaya pemberian pemahaman mengenai pemilihan konsumsi makanan baik terhadap siswa, pihak sekolah, maupun orang tua. Dari ketiga poros tersebut, orang tua juga pihak sekolah memiliki peran paling penting.
    Orang tua dalam hal ini perlu mengoptimalkan otoritasnya dalam memilih dan menyiapkan menu makanan. Misalnya, dengan membatasi konsumsi terhadap makanan cepat saji, mengandung pemanis, pengawet, serta makanan yang mengandung lemak atau gula berlebih. Di sisi lain, pihak sekolah harus menyediakan makanan bergizi dengan konsep kantin sehat. Dengan begitu, sinergi dari keduanya akan mampu membentuk karakter yang telah diupayakan sebelumnya.
  2. Sehat Fisik
    Selain sehat gizi, yang tak kalah penting adalah sehat fisik. Upaya ini harus beriringan dengan konsep yang ditawarkan oleh pihak sekolah dengan mengadakan Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) yang dapat diatur sebaik mungkin. Misalnya, menyediakan waktu khusus untuk kegiatan senam berkala. Hal tersebut dapat ditopang dengan penyediaan tenaga professional yang terlatih untuk lebih mengoptimalkan kegiatan.
    Di sisi lain, pihak sekolah juga bisa menerapkan ekstrakurikuler berupa tarian tradisional dari berbagai daerah atau daerah yang ditempati. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan membiasakan anak mengolah tubuh, akan tetapi juga dapat meningkatkan kecintaan anak terhadap warisan budaya asli Indonesia.
  3. Sehat Imunisasi
    Prioritas terakhir yang diusung kampanye Sekolah Sehat adalah sehat imunisasi. Langkah ini dinilai juga perlu untuk mewujudkan pribadi anak menjadi lebih baik. Di beberapa daerah, imunisasi terkadang tidak tercapai secara penuh sehingga perlu perhatian khusus. Nadiem Makarim memberikan himbauan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Setidaknya, menurut Menteri Kemdikbud tersebut, “ada tiga hal yang bisa dilakukan…” yaitu, “pemetaan status imunisasi, pemberian rekomendasi, dan pelaksanaan imunisasi dasar.”
    Diperlukan kesadaran bersama untuk mencapai ketiga upaya tersebut dengan maksimal. Maka dari itu, pihak-pihak terkait diharapkan memberikan sumbangsih penuh agar Kampanye Sekolah Sehat yang telah digagas bersama-sama membuahkan hasil yang diinginkan. Dengan begitu, pendidikan bangsa akan semakin pulih dan membaik. (Red/M. Rifdal Ais Annafis)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *